persib

Kesebelasan yang kuat adalah handal dalam bertahan dan handal dalam menyerang. Ada pemeo yang menyatakan bahwa “pertahanan yang baik adalah penyerangan yang baik”. Artinya ada keseimbangan dalam bertahan danĀ  menyerang. Keseimbangan bertahan dan menyerang hanya dapat dipraktikkan oleh kesebelasan dengan materi pemain yang memiliki kemampuan teknis mumpuni dan intelegensia yang tinggi. Selebihnya adalah kerja sama tim yang solid.

Untuk menciptakan keseimbangan bertahan dan menyerang yang handal memang dibutuhkan kerja sama tim yang baik. Setiap pemain di setiap lini harus saling menopang pergerakan satu sama lain baik dalam menerapkan zona marking maupun man to man marking. Masih banyak pemain terjebak oleh salah satu situasi seperti itu. Pemain hanya melihat pemain lawan bergerak, tidak melihat bola mengarah ke mana. Demikian juga sebaliknya pemain hanya terpaku pada bola, tidak melihat pemain lawan melakukan pergerakan manuver. Jika pemain tidak melihat situasi seperti itu bukan tidak mungkin sebuah tim akan pincang dan mungkin menjadi lumbung gol.

Mengamati penampilan Persib yang mengarungi TSC 2016, saya merasa Persib belum mampu menciptakan kesebelasan yang dream team. Tentu saja bukan tanpa alasan saya menyebutkan hal seperti itu. Ketika pertandingan melawan kesebelasan Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut Kalimantan Selatan, pada tanggal 16 Oktober 2016, permainan Persib tidak jelek tetapi masih banyak kekurangan. Selain karena ada sejumlah pemain yang dilarang tampil karena akumulasi kartu, permain Persib tidak disiplin dalam bermain. Dua gol yang bersarang ke gawang Deden Muhammad Natsir sebagai bukti bahwa kerja sama tim Persib masih lemah terlebih ketika mengantisipasi servis bola tendangan pojok. Saling pengertian dan bagi tugas pemain belakang masih lemah sehingga tidak mampu mengantisipasi bola yang datang. Pemain belakang tidak berusaha menghalau bola dengan berduel di udara dengan pemain lawan malah terjebak saling mengandalkan pemain lain.

Saya setuju dengan pernyatan pelatih kiper Persib, Anwar Sanusi bahwa “siapa pun pemainnya, Persib tidak akan mampu bersaing kalau tidak membenahi sistem pertahanannya.” Tampaknya tim pelatih juga harus berani mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada saat ini. Biarkan kompetisi TSC 2016 terus belangsung hingga akhir. Untuk kompetisi yang sebenarnya tahun depan saya setuju manajemen menarik kembali pemain yang mumpuni seperti Makan Konate.

Selamat memperbaiki tim…

Comments are closed.