BELAJAR ILMU TAJWID (JILID 1)

Mukadimah

Belajar ilmu tajwid merupakan kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat di mana pun berada. Dengan belajar ilmu tajwid, kaum muslimin dan muslimat dituntut agar dapat membaca Alquran dengan fasih (terang dan jelas) dan sesuai dengan ajaran Rosulullah Saw. serta dapat menjaga lisan dari kesalahan pada saat membaca Alquran. Belajar ilmu tajwid hukumnya fardu kifayah, sedangkan mengamalkan Ilmu Tajwidnya itu sendiri hukumnya wajib ain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi kaum muslimin dan muslimat yang belum pernah (pemelajar pemula) atau belum dengan serius mempelajari Ilmu Tajwid, saat ini juga belajar secara bertahap melalui media blog ini. Pemaparan materinya sengaja menggunakan transliterasi dari ejaan bahasa Arab ke dalam ejaan bahasa Indonesia agar mudah dicerna dan dipahami.  Selamat belajar!!!

Pengertian

Ilmu Tajwid adalah ilmu yang dipergunakan untuk mengetahui tempat keluarnya huruf (makhroj), sifat-sifatnya, dan bacaan-bacaannya.

Bagian-bagian Pembahasan

Materi yang akan dibahas dalam blog ini adalah seluruh materi ilmu tajwid, namun dalam aplikasinya akan didahulukan materi yang dianggap paling mudah dan banyak ditemukan dalam bacaan Alquran, sehingga para pemelajar merasa ringan.

Pelajaran I: Mengenali Huruf Hijaiyyah

Sebelum memulai pembahasan, sebaiknya pemelajar terlebih dahulu mengenali dan menguasai 28 jenis huruf hijaiyyah yang meliputi: ALIF, BA, TA, TSA, JIM, HA, KHO, DAL, DZAL, RO, ZA, SIN, SYIN, SHOD, DLOD, THO, ZHO, ‘AIN, GHIN, FA, QOF, KAF, LAM, MIM, NUN, WAWU, HA”, dan YA.

Pelajaran II: Hukum Tanwin dan Nun Mati

Tanwin dan Nun Mati jika bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah menghasilkan hukum: (1) Idzhar Halqi; (2) Idghom Bighunnah; (3) Idghom Bilaaghunnah; (4) Iqlab; dan (5) Ikhfa.

(1)     IDZHAR HALQI

IDZHAR artinya mengluarkan bunyi huruf dari makhrojnya dengan jelas atau terang (tanpa bercampur ghunnah dan tasydid) baik dalam satu kata maupun di lain kata. HALQI artinya tenggorokan (tempat keluarnya huruf idzhar).

Sebuah bacaan disebut Idzhar Halqi jika ada NUN MATI atau TANWIN bertemu salah satu huruf Idzhar Halqi, yaitu:   ALIF/HAMZAH,   HA,   HA”,   ‘AIN,   GHIN,   KHO.

Contoh:

Ditulis:                                                     Dibaca:

FAMINHUM                                              FAMIN’HUM

MAN  AAMANA                                        MAN’ AAMANA

‘ANHU                                                           ‘AN’HU

MIN  HAADIN                                            MIN’  HAADIN

‘ALIIMUN  HAKIIMUN                          ALIIMUN’  HAKIIMUN

 

(2)   IDGHOM BIGHUNNAH

IDGHOM artinya memasukkan bunyi huruf yang satu ke dalam huruf berikutnya dalam satu kata maupun di lain kata. Bi artinya ‘dengan’ ghunnah artinya bacaan berdengung.

Sebuah bacaan disebut IDGHOM BIGHUNNAH jika terdapat NUN MATI atau TANWIN bertemu dengan salah satu huruf Idghom Bighunnah, yaitu:    YA,   NUN,  MIM,  dan WAWU.

Contoh:

Ditulis:                                                      Dibaca:

MAN  YAQUULU                                      MAY YAQUULU

MIN  NI’MATIN                                        MINNI’MATIN

LIQULLIN  WIJHATIN                           LIQULLIW WIJHATIN

 

(3)  IDGHOM BILAA GHUNNAH

IDGHOM artinya sama dengan pengertian di atas. BILAA artinya ‘dengan tidak’ atau ‘tanpa’.

Sebuah bacaan disebut Idghom IDGHOM BILAA GHUNNAH jika terdapat NUN MATI atau TANWIN bertemu dengan salah satu huruf IDGHOM BILAA GHUNNAH, yaitu:     LAM    dan     RO.

Contoh:

Ditulis:                                                      Dibaca:

MAN LAM                                                   MAL-LAM

MIN ROBBIH”IM                                      MIR-ROBBIH’IM

MIN  RUSULIHII                                      MIR-RUSULIHII

MIN  LADUNH’U                                       MIL-LADUNH’U

 

(4)  IQLAB

IQLAB artinya menukar bunyi NUN MATI atau TANWIM dengan bunyi MIM.

Sebuah bacaan disebut IQLAAB jika NUN MATI atau TANWIN bertemu dengan huruf IQLAB yaitu:  BA.

Contoh:

Ditulis:                                                       Dibaca:

MIN  BA’DI                                               MIM-BA’DI

MAN  BAKHILA                                     MAM-BAKHILA

SAMIIUN  BASHIIRUN                      SAMIIUM-BASHIIRUN

 

(5)  IKHFA

IKHFA artinya menyamarkan atau menyembunyikan bunyi sebuah bacaan.

Sebuah bacaan disebut IKHFA jika NUN MATI atau TANWIN betemu dengan salah satu huruf IKHFA (15 huruf) baik di dalam satu kata/kalimat maupun di kalimat lain, yaitu: SHOD,  DZAL,  TSA,  KAF,  JIM,  SYIN,  QOF,  SIN,  DAL,  THO,  JA,  FA,  TA,  DLOD,  dan DZHO.

Contoh:

Ditulis:                                                      Dibaca:

MIN  KULLI                                                 MING’-KULLI

RIJAALUN  SHODAQUU                       RIJAALUNG’-SHODAQUU

‘ANKA                                                           ‘ANG’-KA

‘AINUN  JAARIAH                                  ‘AINUNG’-JAARIAH

MIN  THOYYIBAATI                               MING’-THOYYIBAATI

(Underconstruction…)

Sumber Bacaan:

  1. Alquraanul Kariim.
  2. Sunarto, Ahmad. 1988. Pelajaran Tajwid Praktis dan Lengkap. Jakarta: Bintang Terang.
  3. A., Ahda Bina. 2011. Mudah, Cepat, dan Praktis Belajar Tajwid. Surakarta: Ziyad Visi Media.
  4. Tekan, Ismail. 1997. Tajwid Alquraanul Karim: Pembahasan Secara Praktis, Populer, dan Sistematis. Jakarta: Alhusna Zikro.

 

 

This entry was posted on Monday, April 16th, 2012 at 10:40 am and is filed under Agama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.